Rabu, 22 Oktober 2008

Dampak dari Ke GEERan Syuting TV

oleh: Meti Mediyastuti
dikutip dari: http://tips-dunia-anak.blogspot.com/

Minggu ini ...di sekolah Azka Minggu yang bebas setelah pekan tes...dan kebetulan hari Rabunya tanggal 13 Desember ada syuting STV....sebuah program TV lokal dari Bandung, Hmmm....Dari malam Rabunya Azka udah ngomong besok mau ada syuting di sekolah....aku pikir syuting sama Ibu gurunya...buat referensi kegiatan sekolah....ternyata beneran syuting masuk TV, besok paginya Azka semangat sekali mau ke sekolah, biasanya kan hari Rabu pake baju Bebas....


Eeeh Azka ngotot harus pake baju Rimba, terus pake Pinnya...ya aku ikuti aza, katanya "Umi...kaka kan mau syuting, masuk TV...kata Bu guru Juga harus pake baju seragam yang hijau", ya aku ikutin aza kemauannya, malah dia ngomong " Ummi harus ke Sekolah..liat kaka ya, syuting", ya aku sedikit percaya dan tidak percaya, bener ga sih, dan memang Azka anaknya suka cerita, sekecil apapun dia suka diceritain lagi di rumah, apalagi cerita-cerita di sekolah, dan nggak mungkin bohong......sekitar jam 7 pagi Mamihnya Azizan (ibunya teman Azka), nelpon kerumah dengan tujuan memastikan janjian kemaren buat hunting SD dan dari percakapan di telpon mamihnya Azizan cerita bahwa Hari ini mau ada syuting STV, tambah percaya juga berarti betul apa yang dikatakan Azka, dan aku juga harus siap-siap ngasih support buat Azka ke Sekolah, karena hari yang sama pula ada kepentingan sama suami, dan saat itu pula suami ijin setengah hari, akhirnya Abinya menunda kepentingan itu sebentar demi Syuting Azka, abinya nunggu Azzam di rumah.
ini baju seragan rimba yang harus dipakai syuting, Azka (tas merah) sebelahnya Rizki temannya

Aku buru-buru datang ke sekolah khawatir syuting udah di mulai...tapi ternyata...aku liat peserta syuting tidak ada Azka, aku nyari ternyata di lagi main sama temen-temen yang ga terpilih ikut syuting...sampe aku tanya, "Kaka kenapa nggak ikut syuting"...dengan ngomong terbata" Ummi kaka nggak di ajakin sama Bu Guru", woooow jantungku berdebar, karena dari semalem Azka udah semanget, udah ke geeran mau di ikut sertakan.....sungguh kecewa bagi saya, betapa kecewanya juga hati Azka, mungkin karena anak dia masih bisa tenang ketika main sama teman-temannya.
Setelah itu aku nanya kepihak sekolah, tidak ada jawaban yang sangat memuaskan bagi saya, berdasarkan atas kriteria apa pemilihannya.dari situ aah Il Feel deh...dan ternyata bukan saya aza yang kecewa, tapi para ibu yang lain juga merasakan apa yang saya rasakan, boro-boro aku pengen liat, hati udah kecewa...yang akhirnya aku pulang dula dengan hati gondok...dan karena jemputan ga bisa menjemput, motornya masuknya bengkel , akhirnya aku yang jemput lagi, dan ternyata, pas di jemput Azka lagi nangis disekolah sendirian...aku tanya " Kaka kenapa ?", sambil nangis ' Kaka pengen ikutan Syuting, kaka juga pengen hadiah" saat itupula aku nggak bisa membendung tangis, sambil menetes air mata aku ajak pulang aku bujuk dia jalan-jalan, tidak ada satupun guru yang peduli saat anakku nangis, mungkin mereka lagi pokus ke acara berlangsungnya syuting, sambil ngambil tas di kelasnya aku ketemu sama bu Nisa dan bu Trisna..aku ceritakan kekecewaan.

Kalau memang tidak akan diikutsertakan semua siswa, seharusnya Ibu Guru tidak perlu mengumumkan akan ada acara Syuting, huuuuh kasian banget udah kegeeran mau syuting, bayangkan aza kalau seandainya anda merasakan sepertii saya apa yang harus dilakukan, dan disaat itu pula aku dan suami pending urusan yang harus diselesaikan demi Anak, dan dampaknya Azka selalu crita, "Ummi kenapa ya kaka nggak pernah di ajak aza sama bu guru, Kaka nggak mau ikutan lagi kalau ada acara di sekolah"...sakit rasanya , Azka semangatnya menurun, kita sebagai orang tua ingin anaknya tumbuh yang PD, semangat, Berani, tapi ini malah dipatahkan semangatnya oleh sekolah, dan sebelumnya masalah Piala......mudah-mudahan Azka bisa kembali semangat...dan tidak terulang lagi, dan aku pun masih bingung mesti berbuat apa...Adakah yang bisa bantu???

RASA INGIN TAHU ANAK BESAR = ANAK CERDAS. BENARKAH?

Oleh: Taufan Surana
dikutip dari: http://info.balitacerdas.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=46

''Anak yg selalu bertanya atau rasa ingin
tahunya besar adalah anak yg cerdas.''
Benarkah pernyataan itu?
Apakah memang demikian kenyataannya?
...Ada satu hal lagi yg perlu menjadi
perhatian kita dalam menilai apakah anak tersebut
BENAR-BENAR mempunyai ciri-ciri anak cerdas.


Jika anda sudah banyak membaca buku ataupun
menerima banyak informasi tentang perkembangan
anak, pasti anda pernah mendapatkan pernyataan berikut:

''Anak yg selalu bertanya atau rasa ingin
tahunya besar adalah anak yg cerdas.''

Benarkah pernyataan itu?
Apakah memang demikian kenyataannya?

(Semoga anda tidak menjadi ragu dengan 2 pertanyaan di atas.)

Memang BENAR bahwa salah satu ciri anak cerdas
adalah anak yg rasa ingin tahunya besar, selalu
bertanya tentang banyak hal.

TETAPI, ada satu hal lagi yg perlu menjadi
perhatian kita dalam menilai apakah anak tersebut
BENAR-BENAR mempunyai ciri-ciri anak cerdas.

Apa itu?

Setelah anak mengajukan pertanyaan, ada 1 tahapan
lanjutan yg bisa dijadikan acuan apakah dia
benar-benar ingin tahu, yaitu:

''APAKAH ANAK BENAR-BENAR MEMPERHATIKAN JAWABANNYA.''

Anak yg cerdas akan bertanya banyak hal karena
memang dia ingin tahu jawabannya. Biasanya, jika
anak tersebut bertanya, dia akan 'mengejar'
jawaban kita dengan pertanyaan lanjutan, sampai
kita orangtua menjadi kewalahan dalam menjawabnya.

Inilah salah satu ciri-ciri anak cerdas yang sebenarnya!

Kadang-kadang kita melihat anak yang selalu bertanya, tetapi sebelum dijawab anak tersebut sudah bertanya lagi hal yang lain lagi secara terus menerus. Hal ini menunjukkan bahwa anak tersebut tidak benar-benar ingin tahu terhadap apa yang ditanyakannya.

Menghadapi anak seperti itu, kita perlu mengarahkan sedikit demi sedikit, sehingga anak menjadi bisa memfokuskan dirinya terhadap apa yang ingin diketahuinya.

Kemudian, sarana TERBAIK untuk memuaskan
keingin-tahuan anak adalah dengan menyediakan
buku, dan mengajarkan anak MEMBACA sejak dini.

Aktivitas membaca mempunyai pengaruh terbesar
dalam kehidupan berpikir seorang anak, yang pada
akhirnya akan berpengaruh juga terhadap tingkat
kecerdasan anak.

Untuk menstimulasi hal tersebut, kita perlu
memberikan kegiatan lanjutan setelah anak selesai membaca dalam suasana yang menyenangkan.
Misalnya, kita bisa membuat quiz tentang isi dari bacaan tersebut, dlsb. Hal ini perlu untuk melatih anak belajar menguasai isi bacaan tersebut.

Pemahaman terhadap isi bacaan merupakan tahap lanjutan yang sangat penting untuk diajarkan setelah anak mulai lancar membaca.

Yang lebih penting lagi:

JANGAN memaksa anak untuk membaca!

Beri kebebasan kepada anak untuk memilih buku
yang ingin dibacanya.

INGAT, yang penting BUKAN APA yang dibaca oleh
anak, TETAPI BAGAIMANA anak membacanya. Tentu saja, selama buku-buku tersebut sesuai untuk anak-anak.

Jangan samapai, misalnya, kita memaksa anak membaca buku tentang binatang, padahal anak sedang ingin membaca buku tentang angkasa luar.

Adil Fathi Abdullah dalam bukunya mengatakan:

''Andai kita berhasil membuat anak gemar dan
menikmati aktivitas membaca serta menjadikannya
sebagai sarana untuk meningkatkan daya pikirnya,
berarti kita telah memberikan kebaikan yang
tidak ternilai dengan harta dunia.''

Anda setuju?

Saya sangat SANGAT sependapat dengan pernyataan diatas.

Dampak dari Ke GEERan Syuting TV

oleh: Meti Mediyastuti
dikutip dari: http://tips-dunia-anak.blogspot.com/

Minggu ini ...di sekolah Azka Minggu yang bebas setelah pekan tes...dan kebetulan hari Rabunya tanggal 13 Desember ada syuting STV....sebuah program TV lokal dari Bandung, Hmmm....Dari malam Rabunya Azka udah ngomong besok mau ada syuting di sekolah....aku pikir syuting sama Ibu gurunya...buat referensi kegiatan sekolah....ternyata beneran syuting masuk TV, besok paginya Azka semangat sekali mau ke sekolah, biasanya kan hari Rabu pake baju Bebas....


Eeeh Azka ngotot harus pake baju Rimba, terus pake Pinnya...ya aku ikuti aza, katanya "Umi...kaka kan mau syuting, masuk TV...kata Bu guru Juga harus pake baju seragam yang hijau", ya aku ikutin aza kemauannya, malah dia ngomong " Ummi harus ke Sekolah..liat kaka ya, syuting", ya aku sedikit percaya dan tidak percaya, bener ga sih, dan memang Azka anaknya suka cerita, sekecil apapun dia suka diceritain lagi di rumah, apalagi cerita-cerita di sekolah, dan nggak mungkin bohong......sekitar jam 7 pagi Mamihnya Azizan (ibunya teman Azka), nelpon kerumah dengan tujuan memastikan janjian kemaren buat hunting SD dan dari percakapan di telpon mamihnya Azizan cerita bahwa Hari ini mau ada syuting STV, tambah percaya juga berarti betul apa yang dikatakan Azka, dan aku juga harus siap-siap ngasih support buat Azka ke Sekolah, karena hari yang sama pula ada kepentingan sama suami, dan saat itu pula suami ijin setengah hari, akhirnya Abinya menunda kepentingan itu sebentar demi Syuting Azka, abinya nunggu Azzam di rumah.
ini baju seragan rimba yang harus dipakai syuting, Azka (tas merah) sebelahnya Rizki temannya

Aku buru-buru datang ke sekolah khawatir syuting udah di mulai...tapi ternyata...aku liat peserta syuting tidak ada Azka, aku nyari ternyata di lagi main sama temen-temen yang ga terpilih ikut syuting...sampe aku tanya, "Kaka kenapa nggak ikut syuting"...dengan ngomong terbata" Ummi kaka nggak di ajakin sama Bu Guru", woooow jantungku berdebar, karena dari semalem Azka udah semanget, udah ke geeran mau di ikut sertakan.....sungguh kecewa bagi saya, betapa kecewanya juga hati Azka, mungkin karena anak dia masih bisa tenang ketika main sama teman-temannya.
Setelah itu aku nanya kepihak sekolah, tidak ada jawaban yang sangat memuaskan bagi saya, berdasarkan atas kriteria apa pemilihannya.dari situ aah Il Feel deh...dan ternyata bukan saya aza yang kecewa, tapi para ibu yang lain juga merasakan apa yang saya rasakan, boro-boro aku pengen liat, hati udah kecewa...yang akhirnya aku pulang dula dengan hati gondok...dan karena jemputan ga bisa menjemput, motornya masuknya bengkel , akhirnya aku yang jemput lagi, dan ternyata, pas di jemput Azka lagi nangis disekolah sendirian...aku tanya " Kaka kenapa ?", sambil nangis ' Kaka pengen ikutan Syuting, kaka juga pengen hadiah" saat itupula aku nggak bisa membendung tangis, sambil menetes air mata aku ajak pulang aku bujuk dia jalan-jalan, tidak ada satupun guru yang peduli saat anakku nangis, mungkin mereka lagi pokus ke acara berlangsungnya syuting, sambil ngambil tas di kelasnya aku ketemu sama bu Nisa dan bu Trisna..aku ceritakan kekecewaan.

Kalau memang tidak akan diikutsertakan semua siswa, seharusnya Ibu Guru tidak perlu mengumumkan akan ada acara Syuting, huuuuh kasian banget udah kegeeran mau syuting, bayangkan aza kalau seandainya anda merasakan sepertii saya apa yang harus dilakukan, dan disaat itu pula aku dan suami pending urusan yang harus diselesaikan demi Anak, dan dampaknya Azka selalu crita, "Ummi kenapa ya kaka nggak pernah di ajak aza sama bu guru, Kaka nggak mau ikutan lagi kalau ada acara di sekolah"...sakit rasanya , Azka semangatnya menurun, kita sebagai orang tua ingin anaknya tumbuh yang PD, semangat, Berani, tapi ini malah dipatahkan semangatnya oleh sekolah, dan sebelumnya masalah Piala......mudah-mudahan Azka bisa kembali semangat...dan tidak terulang lagi, dan aku pun masih bingung mesti berbuat apa...Adakah yang bisa bantu???

ARTI WARNA PADA FESES BAYI

Oleh BundaRadit
di kutip dari: http://info.balitacerdas.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=45

Kegiatan buang air besar seorang bayi kadang membuat kawatir sebagian oarang tua, khususnya pada warna, bentuk dan polanya. Sebelum kita menjadi cemas, pada kesempatan ini Bunda Radit mau berbagi tips yang Bunda Radit Sadur dari dr.Waldi Nurhamzah, Sp.A, tentang feses bayi.

Umumnya warna tinja pada bayi dapat dibedakan menjadi kuning, coklet, hijau, merah dan putih/keabu-abuan. Untuk mengetahui normal atau tidaknya sistem pencernaan bayi kita, dapat dideteksi dari warna-warna tinja tersebut.

KUNING
Warna Kuning dapat diindikasikan sebagai fases normal untuk bayi, apabila bayi mendapat ASI yang penuh, tanpa campuran susu formula, warna kuning dari fases yang dihasilkan lebih cerah dan cemerlang(didominasi warna kuning. Yang berarti sibayi mendapat ASI penuh dari foremik (ASI depan) dan hindmilk(ASI belakang).

HIJAU
Warna Hijau pada fases bayi masih dikategorikan normal, tapi warna ini tidak boleh terus-menerus muncul karena hal tersebut berarti cara ibu memberikan ASI kurang tepat/belum

benar (yang terhisap oleh bayi hanya foremik saja, kasus tersebut tejadi kalau produksi ASI

melimpah.dimana sibayi selalu mengisap ASI depan terlebih dahulu yang mempunyai kandungan gula & laktosa tapi rendah lemak yang membuat bayi cepat lapar kembali & ASI belakang yang mengandung banyak lemak akan terhisap setelah foremik habis, padahal hidmik (ASI belakang) inilah yang membuat tinja menjadi kuning.

MERAH
Warna Merah pada fases bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertainya, darahtersebut bisa berasal dari tubuh bayi atau dari ibunya yang terisap pada saat proses persalinan,jika darah tersebut berasal dari ibunya, maka fasesnya akan ditemukan bercak hitam & berlangsung 1 s/d 2 hari. Apabila darah tersebut bukan berasal dari 2 hal tersebut kemungkinan lainnya bisa karena alergi susu formula atau penyumbatan pada usus & hal

tersebut perlu penanganan cepat danh segera berkonsultasi pada dokter.

PUTIH/KEABU-ABUAN
Jika warna Putih/keabu-abuan pada kotoran bayi terjadi, maka hal tersebut harus segera diwaspadai. karena warna putih menunjukan gangguan yang cukup riskan yang mungkin disebabkan gangguan pada hatu/penyumbatan saluran empedu pada bayi. yang berarti cairan empedunya tidak dapat mewarnai tinjanya, yang berarti sibayi harus segera dibawa kedokter.

BENTUK FASES
Feses bayi di dua hari pertama setelah dilahirkan berbentuk aspal lembek setelah itu akan bergumpal seperti jeli, padat, berbiji & berupa cairan. Fases bayi yang diberi ASI ekslusif akan berbentuk pasta/kream, berbiji & cair seperti menceret

FREKUENSI BAB
Frekuensi BAB pada bayi berbeda-beda khususnya diminggu keempat & keliam yang pertama, dalam sehari bisa lima kali.bayi yang minum ASI ekslusif bisa gak BAB sampai empat hari bahkan sampai tujuh hari, jangan kawatir itu normal selama perkembangannya tidak terganggu.

Anak-anak Belajar dari Apa yang Mereka Alami dalam Kehidupan Ini

Dorothy Law Nolte adalah seorang doktor, pendidik dan penceramah mengenai pendidikan kehidupan berkeluarga.

Dia menuliskan dalam bukunya bahwa segala sesuatu yang diajarkan baik dan positif kepada anak anda maka akan menghasilkan pikiran dan tindakan baik dan positif oleh anak anda.

Berikut adalah kata-katanya untuk kita sebagai orang tua:

  • Kalau anak-anak banyak di kritik dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengutuk
  • Kalau anak-anak banyak mengalami permusuhan dalam kehidupannya, mereka akan belajar berseteru
  • Kalau anak-anak banyak mengalami ketakutan dalam kehidupannya, mereka akan belajar prihatin
  • Kalau anak-anak banyak dicemooh dalam kehidupannya, mereka akan belajar menjadi pemalu
  • Kalau anak-anak banyak mengalami kecemburuan dalam kehidupannya, mereka akan belajari iri hati
  • Kalau anak-anak banyak mengalami hal yang memalukan dalam kehidupannya, mereka akan belajar merasa bersalah
  • Kalau anak-anak banyak diberikan dorongan dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya diri
  • Kalau anak-anak merasakan toleransi dalam kehidupannya, mereka akan belajar sabar
  • Kalau anak-anak banyak dipuji dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghargai
  • Kalau anak-anak merasa diterima dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengasihi
  • Kalau anak-anak merasa didukung dalam kehidupannya, mereka akan belajar menyukai diri sendiri
  • Kalau anak-anak merasa diakui dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa mempunyai sasaran itu baik
  • kalau anak-anak dibiasakan berbagi dalam kehidupannya, mereka akan belajar bermurah hati
  • Kalau anak-anak dibiasakan jujur dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengatakan yang sebenarnya
  • Kalau anak-anak merasakan keadilan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bersikap adil
  • Kalau anak-anak banyak diberikan kemurahan dan pertimbangan dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghormati
  • kalau anak-anak merasa tentram dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya kepada diri sendiri maupun orang-orang disekeliling mereka
  • Kalau anak-anak merasakan persahabatan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa dunia ini tempat tinggal yang menyenangkan


Anak-anak bagaikan kertas putih, yang pada perjalannya hidupnya akan menggoreskan tinta kehidupannya masing-masing. Kita sebagai orang tua wajib menjaganya agar nilai-nilai baik dan luhur tetap ada dan terjaga. (B)